Avril Lavigne-What the hell

You say that I’m messing with your head (yeah, yeah, yeah, yeah)
All ’cause I was making out with your friend (yeah, yeah, yeah, yeah)
Love hurts whether it’s right or wrong (yeah, yeah, yeah, yeah)
I can’t stop ’cause I’m having too much fun (yeah, yeah, yeah, yeah)

 

You’re on your knees
Begging please
Stay with me
But honestly
I just need to be a little crazy

 

All my life I’ve been good but now, I’m thinking what the hell
All I want is to mess around and I don’t really care about
If you love me, if you hate me, you can’t save me, baby, baby
All my life I’ve been good but now, whoa, what the hell

What… what… what… What the hell?

 

So what if I go out on a million dates (yeah, yeah, yeah, yeah)
You never call or listen to me anyway (yeah, yeah, yeah, yeah)
I rather rage than sit around and wait all day (yeah, yeah, yeah, yeah)
Don’t get me wrong. I just need some time to play-ay (yeah, yeah, yeah, yeah)

You’re on your knees
Begging please
Stay with me
But honestly
I just need to be a little crazy

All my life I’ve been good but now, I’m thinking what the hell
All I want is to mess around and I don’t really care about
If you love me, if you hate me
You can save me, baby, baby
All my life I’ve been good but now, whoa, what the hell

La la la la la la la la… Woah… Woah…
La la la la la la la la… Woah… Woah…

You say that I’m messing with your head
Boy, I like messing in your bed
Yeah, I am messing with your head
When I’m messing with you in bed

All my life I’ve been good but now, I’m thinking what the hell (what the hell)
All I want is to mess around and I don’t really care about (I don’t care about)
All my life I’ve been good but now, I’m thinking what the hell
All I want is to mess around and I don’t really care about. (if you love me)
If you love me (no), if you hate me (no)
You can save me, baby, baby (if you love me)
All my life I’ve been good but now, whoa, what the hell

La la, La la la la la la, La la, La la la la la la la

 

 

LITTLESTAR See The Falling Star

When we look my sky

When we pray for the starlight has fallinAnd all of within shining bright for me
When we got on roofWhen we took the breath for the last yearsAndwish you will here with many lights for me

Bridge : Kepp me trust for the pursuit happiness

But I’d like looking for the new where here

Truth coming after me to close

Mistake ..

 

 

 

Reff : We like the one everynight I used to be

Remember once everytime we love sing to see

The falling star .. Lalalalaalala ..

 

i could to feel love you my friend ..

Asal-usul Candi Badut

1. Peta Lokasi

a. -Alamat : Dsn. Gasek, Ds. Karangbesuki, Kec. Sukun, Kota Malang

-Administrasi : Ds. Karang Widoro, Kec. Dau, Kab. Malang

b. Kompas : – Dari terminal; naik semua kendaraan yang menuju ke daerah Tidar atau Gasek.

2. Sejarah & Renovasi

Situs ini dinamakan Candi Badut karena terletak di dukuh Badut. Asal usul istilah Badut terdapat beberapa pendapat antara lain :

- Manurut penduduk setempat istilah Badut diambil dari nama sejenis pohon nangka yang dahulu pernah tumbuh di daerah ini, dan salah satunya tumbuh di area candi ketika diketemukan masih dalam keadaan reruntuhan. Dengan demikian candi ini dinamakan Badut sesuai dengan nama pohon Badut yang dahulu tumbuh disini.

- Menurut Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, Nama Badut diambil dari nama raja Karajaan Kanjuruhan yang di duga membangun Candi tersebut. Nama kecil Sang Raja yaitu Liswa, yang ketika menjadi Raja bergelar Gajayana. Istilah Liswa adalah bahasa jawa kuna yang artinya sekarang sama dengan pelawak atau bisa juga disebut badut.

- Menurut Van der Meulen, Nama Badut diambil dari nama Rsy Agastya, seorang Rsy yang Di Agung-agungkan oleh Raja Gajayana. Istilah Badut menurutnya diambil dari kata ”Ba” dan ”Dyut”, Ba= Bintang Agastya (Cnopus), dan Dyut= Sinar/Cahaya, jadi Badyut berarti Cahaya bintang Agastya. Van der Meulen membuat perbandingan dengan penamaan candi Mendut, yang menurutnya berasal dari kata Men=sorot, dan Dyut= Cahaya.

Situs Candi Badut dilaporkan untuk pertamakali pada tahun 1921 M dimana semula hanya berbentuk gundukan bukit berbatu, reruntuhan dan tanah. Orang pertama yang memberitakan keberadaan situs ini adalah Maureen Brecher, seorang kontrolir bangsa Belandda yang bekerja di Malang. Antara tahun 1925-1927 M Candi Badut di bangun kembali dibawah pengawasan B. De Haan dari jawatan Purbakala Hindia Belanda. Dari hasil penggalian diketahui bahwa bangunan candi telah runtuh kecuali bagian kaki candi yang masih dapat dilihat susunannya. Pada tahun 1926 seluruh bagian kaki dan tubuh candi dapat dibangun kembali, kecuali bagian atapnya yang tidak dapat diketemukan kembali. Setelah kemerdekaan NKRI, pada tahun 1990-1993 M dilaksanakan pemugaran lebih lanjut oleh Kanwil Dekdikbud dan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timr, melalui proyek Pelestarian/Pemanfaatan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur, yang dilakukan secara bertahap.

3. Diskripsi Bangunan Situs

Gaya arsitektur Candi Badut merupakan bentuk dan gaya kesenian yang berkembang pada abad ke VIII-X M, terutama candi Canggal yang terletak di daerah Muntilan Jawa Tengah. Bentuk bangunannya tambun, bahan bangunan terbuat dari batuan andesit, kaki Candi yang polos tanpa hiasan, motif kertas tempel pada dinding, pintu masuk diberi penampil, gawang pintu dan relung berhiaskan kalamakara yang menghiasi bagian atas pintu kepala kalanya tidak memakai rahang bawah, reliefnya naturalistis. Dari beberapa kesamaan tersebut maka Candi badut dimasukkan sebagai salah satu candi berlanggam jawa tengah(=masa abad VIII-X M)

Denah Candi Badut berbentuk kosentris. Dahulunya Candi ini dikelilingi oleh tembok batu yang sekarang sudah menghilang samasekali. Candi utama menghadap barat,dan di depannya terdapat tiga candi perwara yang sekarang hanya tinggal pondasinya saja. Pada candi perwara bagian tengah dulu terdapat arca Nandi, sedangkan dua candi yang ada di utara dan selatannya terdapat lingga dan yoni. Sekarang lingga dan yoni tersebut berada di sisi selatan halaman candi Badut. Di halaman candi sebelah Utara dan selatan terdapat dua batu berbentuk kubus dengan sebuah lubang secara vertikal persegi empat. Sama dengan yang lain, Candi badut di bagi menjadi tiga bagian yaitu bagian kaki Candi (Upapitha) yang disebut Bhurloka, merupakan gambaran dunia manusia, bagian tubuh candi (Vimana) disebut Bwarloka, gambaran alam antara, dan puncak (Shikara) disebut (Swahloka), merupakan gambaran alam sorgawi tempat para dewa bersemayam.

Pada kaki Candi Badut sisi Barat terdapat tangga masuk, dimana pada pipi tangga masuk diberi hiasan kepala kala yang menjulurkan lidahnya kebawah membentuk hiasan lengkung makara. Pada sisi samping kanan dan kiri tangga naik terdapat hiasan dua ekor burung kinara dan kinari yang berwujud burung berkepala manusia. Diatas ambang pintu masuk ruang utama, terdapat kepala Kala tanpa rahang bawah yang disambung dengan hiasan makara di kanan-kiri pintu, hiasan inilah yang disebut sebagai ”Kalamakara” dipercaya sebgai penolak kekuatan jahat. Pada samping kiri dan kanan pintu ruang utama terdapar relung, dimana relung sebelah utara dahulu berisi arca Mahakala dan relung sebelah Selatan dahulu berisi arca Nandiswara. Sebelum memasuki ruang utama, dilakukan terlebih dahulu mapradaksina yaitu berjalan mengitari candi kearah kanan candi atau searah dengan jarum jam.

Pada sisi Candi bagian Utara terdapat relung yang berisi arca Dewi Durga Mahesasuramardhini tanpa kepala. Durga= Dewi pembasmi, Mahisa=lembu, asura= nama Raksasa, Mardini= pembunuh. Dalam mitologi agama Hindu, dahulu kala ada raksasa bernama Asura yang mengacau kahyangan, sampai-sampai para dewa pun kualahan menghadapinya. Untuk menghentikan aksi raksasa Asura maka dari diri Dewa Brahma, Dewa Siwa dan dewa Wisnu keluar api suci yang menyatu (Fusion), dari peristiwa inilah tercipta Dewi perang sekaligus Dewi Maut yakni ”Dewi Durga”yang Agung bertangan delapan. Setelah tercipta maka para Dewa menganugerahkan berbagai pusaka perlengkapan perang. Karena takut dan merasa terdesak maka raksasa Asura menjelma menjadi seekor lembu, namun Dewi Durga mampu menemukannya dan berhasil mengalahkan raksasa Asura. Peristiwa penaklukan raksasa asura ini di abadikan pada nama dan Arca Dewi Durga dengan berbagai senjata pusakanya menginjak punggung lembu dan menarik ekornya. Pada tangan yang lain menarik rambut raksasa Asura yang keluar dari tubuh lembu jelmaannya tadi.

Pada sisi timur atau belakang candi terdapat relung yang seharusnya dahulu berisi arca Ganesha, dewa ilmu pengetahuan dan penghancur rintangan yaitu anak Dewa Siwa. Ganesha berwujudkan tubuh manusia namun berkepala Gajah. Tangannya ada empat masing-masing membawa kapak, tasbih, dan mangkuk. Sebagai dewa ilmu pengetahuan, hal ini dilambangkan oleh belalainya yang menghisap madu pada mangkuk yang berwujut tengkorak, serta perutnya yang buncit (lambodhara). Sedangkan sisi candi bagian Selatan terdapat relung yang dahulunya untuk arca Rsi Agastya atau sering pula disebut sebagai Siwa Mahaguru. Arcanya digambarkan sebagai orang tua berperut buncit yang melambangkan kekayaan dalam berbagai ilmu keagamaan, serta berjanggut dan berkumis lebat. Memakai sorban atau terkadang rambutnya disanggul. Membawa tasbih dan taklupa Kendi Amerta. Pada pundak kiri terdapat kebut/pengusir lalat (Camara), sedang sisi kanan terdapat Trisula. Namun dari semua relung luar hanya bagian utara saja yang masih terdapat arca Dewi Durga.

Setelah melakukan mapradaksina maka saatnya memasuki ruang utama candi Badut. Didalam ruangan sekarang tinggal sebuah kesatuan dari Lingga dan Yoni sebagai lambang kesuburan, selain itu juga merupakan perwujudan atas kehadiran dewa Siwa (lingga) dan Caktinya (istrinya) dewi Parwati. Didalam ruang utama ini juga terdapat lima relung kosong yang diduga dahulu sebagai tempat Arca dewa.

4. Latar Belakang Keagamaan

Dilihat dari beberapa panteon yang di temukan pada Situs candi Badut,seperti Arca Durga Mahisasuramardini, arca Nandi, beberapa relung kosong yang seharusnya berisi arca dewa-dewa hindu, dan yang paling penting adalah Lingga-Yoni pengganti arca Siwa sebagai pusat puja saji dalam ajaran Hindu-Siwa maka jelas bahwa Candi Badut merupakan Dewa Greha yang berlatarkan agama Hindu aliran Caiwa.

 

Asal-usul Kota Banyuwangi

Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata Raden Banterang kepada para abdinya. Setelah peralatan berburu siap, Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Ketika Raden Banterang berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya. Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya.

“Kemana seekor kijang tadi?”, kata Raden Banterang, ketika kehilangan jejak buruannya. “Akan ku cari terus sampai dapat,” tekadnya. Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Namun, binatang buruan itu tidak ditemukan. Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. “Hem, segar nian air sungai ini,” Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Setelah itu, ia meninggalkan sungai. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita.

“Ha? Seorang gadis cantik jelita? Benarkah ia seorang manusia? Jangan-jangan setan penunggu hutan,” gumam Raden Banterang bertanya-tanya. Raden Banterang memberanikan diri mendekati gadis cantik itu. “Kau manusia atau penunggu hutan?” sapa Raden Banterang. “Saya manusia,” jawab gadis itu sambil tersenyum. Raden Banterang pun memperkenalkan dirinya. Gadis cantik itu menyambutnya. “Nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung”. “Saya berada di tempat ini karena menyelamatkan diri dari serangan musuh. Ayah saya telah gugur dalam mempertahankan mahkota kerajaan,” Jelasnya. Mendengar ucapan gadis itu, Raden Banterang terkejut bukan kepalang. Melihat penderitaan puteri Raja Klungkung itu, Raden Banterang segera menolong dan mengajaknya pulang ke istana. Tak lama kemudian mereka menikah membangun keluarga bahagia.

Pada suatu hari, puteri Raja Klungkung berjalan-jalan sendirian ke luar istana. “Surati! Surati!”, panggil seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping. Setelah mengamati wajah lelaki itu, ia baru sadar bahwa yang berada di depannya adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa. Maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam, karena Raden Banterang telah membunuh ayahandanya. Surati menceritakan bahwa ia mau diperistri Raden Banterang karena telah berhutang budi. Dengan begitu, Surati tidak mau membantu ajakan kakak kandungnya. Rupaksa marah mendengar jawaban adiknya. Namun, ia sempat memberikan sebuah kenangan berupa ikat kepala kepada Surati. “Ikat kepala ini harus kau simpan di bawah tempat tidurmu,” pesan Rupaksa.

Pertemuan Surati dengan kakak kandungnya tidak diketahui oleh Raden Banterang, dikarenakan Raden Banterang sedang berburu di hutan. Tatkala Raden Banterang berada di tengah hutan, tiba-tiba pandangan matanya dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki berpakaian compang-camping. “Tuangku, Raden Banterang. Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri,” kata lelaki itu. “Tuan bisa melihat buktinya, dengan melihat sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat peraduannya. Ikat kepala itu milik lelaki yang dimintai tolong untuk membunuh Tuan,” jelasnya. Setelah mengucapkan kata-kata itu, lelaki berpakaian compang-camping itu hilang secara misterius. Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu. Ia pun segera pulang ke istana. Setelah tiba di istana, Raden Banterang langsung menuju ke peraaduan istrinya. Dicarinya ikat kepala yang telah diceritakan oleh lelaki berpakaian compang-camping yang telah menemui di hutan. “Ha! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti! Kau merencanakan mau membunuhku dengan minta tolong kepada pemilik ikat kepala ini!” tuduh Raden Banterang kepada istrinya. “ Begitukah balasanmu padaku?” tandas Raden Banterang.”Jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak bermaksud membunuh Kakanda, apalagi minta tolong kepada seorang lelaki!” jawab Surati. Namun Raden Banterang tetap pada pendiriannya, bahwa istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya. Nah, sebelum nyawanya terancam, Raden Banterang lebih dahulu ingin mencelakakan istrinya.

Raden Banterang berniat menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setelah tiba di sungai, Raden Banterang menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki compang-camping ketika berburu di hutan. Sang istri pun menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki berpakaian compang-camping seperti yang dijelaskan suaminya. “Lelaki itu adalah kakak kandung Adinda. Dialah yang memberi sebuah ikat kepala kepada Adinda,” Surati menjelaskan kembali, agar Raden Banterang luluh hatinya. Namun, Raden Banterang tetap percaya bahwa istrinya akan mencelakakan dirinya. “Kakanda suamiku! Bukalah hati dan perasaan Kakanda! Adinda rela mati demi keselamatan Kakanda. Tetapi berilah kesempatan kepada Adinda untuk menceritakan perihal pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa,” ucap Surati mengingatkan.

“Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda! Adinda diminati bantuan, tetapi Adinda tolah!”. Mendengar hal tersebut , hati Raden Banterang tidak cair bahkan menganggap istrinya berbohong.. “Kakanda ! Jika air sungai ini menjadi bening dan harum baunya, berarti Adinda tidak bersalah! Tetapi, jika tetap keruh dan bau busuk, berarti Adinda bersalah!” seru Surati. Raden Banterang menganggap ucapan istrinya itu mengada-ada. Maka, Raden Banterang segera menghunus keris yang terselip di pinggangnya. Bersamaan itu pula, Surati melompat ke tengah sungai lalu menghilang.

Tidak berapa lama, terjadi sebuah keajaiban. Bau nan harum merebak di sekitar sungai. Melihat kejadian itu, Raden Banterang berseru dengan suara gemetar. “Istriku tidak berdosa! Air kali ini harum baunya!” Betapa menyesalnya Raden Banterang. Ia meratapi kematian istrinya, dan menyesali kebodohannya. Namun sudah terlambat.

Sejak itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi.

 

paramore-misery business

I’m in the business of misery,
Let’s take it from the top.
She’s got a body like an hourglass, it’s ticking like a clock.
It’s a matter of time before we all run out,
When I thought he was mine she caught him by the mouth.

I waited eight long months,
She finally set him free.
I told him I couldn’t lie he was the only one for me.
Two weeks and we caught on fire,
She’s got it out for me,
But I wear the biggest smile.

 

Whoa, I never meant to brag
But I got him where I want him now.
Whoa, it was never my intention to brag
To steal it all away from you now.
But God does it feel so good,
Cause I got him where I want him now.
And if you could then you know you would.
It’s gonna just feel so…
It just feels so good.

Second chances they don’t ever matter, people never change.
Once a whore you’re nothing more, I’m sorry, that’ll never change.
And about forgiveness, we’re both supposed to have exchanged.
I’m sorry honey, but I passed it up, now look this way.
Well there’s a million other girls who do it just like you.
Looking as innocent as possible to get to who,
They want and what they like it’s easy if you do it right.
Well I refuse, I refuse, I refuse!

Whoa, I never meant to brag
But I got him where I want him now.
Whoa, it was never my intention to brag
To steal it all away from you now.
But God does it feel so good,
Cause I got him where I want him right now.
And if you could then you know you would.
It’s gonna just feel so…
It just feels so good.

I watched his wildest dreams come true
Not one of them involving you
Just watch my wildest dreams come true
Not one of them involving…

Whoa, I never meant to brag
But I got him where I want him now.

Whoa, I never meant to brag
But I got him where I want him now.
Whoa, it was never my intention to brag
To steal it all away from you now.
But God does it feel so good,
Cause I got him where I want him now.
And if you could then you know you would.
It’s gonna just feel so…
It just feels so good.

 

SMP (Sekolah Maju n Prestasi)

Namaku Bintang ,, aku kelas 8b SMPN 5 .

tau tidak ?? SMPN 5 itu salah satu sekolah favorit di kota Malang,,aku bangga sekali sudah bisa masuk SMPN 5 ,,selain fasilitasnya memadaii,,sekolahh ini mampu membuat siswanya maju dan prestasi..

Selain berprestasii di bidang pendidikann ,, sekolah ini juga berprestasii dalam bidang kebersihan Lingkungan ,, contohnya saja ,, sekolah ini pernah berprestasii pada perlombaan ADIWIYATA ,yaitu kebersihan ssekolahh ,, bayangkann !!!

Jadii,,buwat siswa SMPN 5 ,, jngan bosan-bosanlah sekolahh di SMPN 5 ., buwatt SMP 5 nya maju terus yaa ?? GO GREEN !!!!

ikut gerakan SEO positif .

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.